Di antara hembusan angin sejuk pegunungan dan riuh lembut kota wisata, Bukittinggi kembali menjadi saksi sebuah pertemuan yang bukan sekadar temu biasa. Lebih dari itu, ia adalah simpul rasa, tempat bertautnya rindu, persaudaraan, dan cerita panjang para perantau yang pulang.
Squad Boekittinggi Adventure dengan hangat menyambut kunjungan silaturahmi dari member CB150X Chapter Bekasi dan CB150X Chapter Pekanbaru. Pertemuan ini bukanlah kebetulan yang jatuh begitu saja, melainkan sebuah rencana yang dirajut rapi beberapa hari lalu—sebuah janji yang akhirnya menemukan waktunya untuk ditepati.
Salah satu alasan yang menguatkan momen ini adalah kepulangan Om Muklis, member CB150X Bekasi, yang telah lama tak menjejakkan kaki di kampung halaman. Kerinduan yang selama ini dipendam, seolah luluh dalam setiap tawa dan sapa hangat yang terucap di tanah kelahiran.
Di waktu yang hampir bersamaan, suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 H turut memberi warna tersendiri. Om Rahmad dari Chapter Pekanbaru pun memanfaatkan momen suci ini untuk pulang ke kampung halaman sang mertua di Tilatang Kamang—membawa harapan, merajut kembali kedekatan keluarga, sekaligus menyambung tali silaturahmi yang tak pernah putus.
Pertemuan sederhana itu kemudian berlanjut dalam suasana santai melalui agenda kopi santai (kopsan) di Cafe 51 Co, yang berlokasi di kawasan Kantor Pos Bukittinggi. Di tempat tongkrongan yang asik penuh kehangatan itu, cangkir-cangkir kopi menjadi saksi bisu percakapan yang mengalir—tentang perjalanan, kenangan, hingga rencana-rencana ke depan.
Tak hanya itu, momen tersebut juga dihadiri oleh Om Fazlan yang baru saja kembali dari tanah rantau, serta Om Akmal dan Om Rizki yang turut meramaikan suasana. Kebersamaan mereka menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tak pernah benar-benar mampu memisahkan mereka yang terikat dalam satu hobi dan satu rasa persaudaraan.
Koordinator Boekittinggi Adventure, Kiem, mengungkapkan rasa syukurnya atas pertemuan tersebut. Baginya, ini bukan sekadar kumpul biasa, melainkan kesempatan berharga untuk mempererat hubungan antar sesama bikers yang datang berkunjung ke Bukittinggi.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat bikers. Momen seperti ini yang membuat kebersamaan terasa begitu berarti,” ujar member CB150X Sumbar ini.
Di balik deru mesin dan perjalanan panjang, ada cerita-cerita yang tak pernah lelah untuk diceritakan kembali. Bukittinggi, dalam kesederhanaannya, kembali menjadi rumah—tempat pulang bagi mereka yang membawa rindu, dan tempat bertemu bagi mereka yang menjunjung tinggi arti persaudaraan.

Tidak sedarah tapi rasa sudara 👍
BalasHapusNah betul sekali om.ku
Hapus