Langkah kaki kami menyusuri jalan Ngarai Sianok terasa ringan, seolah alam turut menyambut kami dengan menenangkan jiwa.
Perjalanan itu bukan sekadar jalan santai. Ia menjadi ruang untuk kembali merajut tawa, mempererat rasa yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan.
Di antara lembah yang memanjang anggun, kami melanjutkan langkah hingga ke Padi Ecolodge, tempat di mana persawahan terbentang bak permadani alam yang memukau. Padi-padi muda menari pelan ditiup angin, menghadirkan ketenangan yang sulit diungkapkan dengan kata. Di sanalah kami berhenti sejenak, menikmati waktu yang terasa begitu berharga.
Terlebih karena hari itu menjadi momen kebersamaan terakhir bersama dua adik mahasiswa magang dari STIKes Dharma Landbouw Padang, Suci dan Lisya. Perpisahan yang sederhana, namun penuh makna.
Usai menyerap keindahan alam, langkah kami berlanjut menuju kehangatan yang lebih akrab—sarapan pagi di Kedai Lontong Ibu Sam. Aroma lontong yang menggoda menyambut kami, mengikat kebersamaan dalam canda dan cerita yang mengalir tanpa jeda.
Di sanalah, di antara suapan sederhana dan tawa yang lepas, kami menyadari bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan kemewahan. Cukup waktu, keikhlasan, dan rasa saling memiliki—maka setiap momen akan menjelma menjadi kenangan yang tak lekang oleh waktu.

0 comments :