Selama 4 tahun di Kota Bukittinggi, akhirnya kami sekeluarga diberikan kesempatan untuk bisa menghadiri ulang tahun ke 3, Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (PKPS) Bukittinggi Agam Sekitarnya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Minggu (24/9/2023).
Berbicara PKPS, sebenarnya saya sudah lama mengenal organisasi sosial kemasyarakatan ini. Mulai semenjak saya masih berstatus mahasiswa. Sebelumnya, PKPS bernama Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS), karena terbentur aturan pemerintah, maka bergantilah IKPS menjadi PKPS, ketika itu ketua umumnya Uda Alirman Sori (Anggota DPD RI).
Ketika mahasiswa, saya memang aktif di organisasi IKPS, bahkan tinggal di kantor IKPS di Jati, Kota Padang selama 3 tahun. Ada banyak rangkaian kegiatan saya ikuti, bahkan saya juga terlibat dalam kepengurusan bidang kepemudaan dan olahraga. Pada saat itu, DPW IKPS Sumatera Barat di pimpin oleh Pak Syafrizal (Ucok).
Setelah tamat kuliah, saya bekerja di TVRI Sumatera Barat untuk wilayah tugas di Kota Bukittinggi (Kontributor Berita).
Saat di Kota Bukittinggi, saya mengenal beberapa orang tokoh penting di IKPS Bukittinggi. Karena profesi sebagai wartawan/reporter sangat mudah bagi saya mendapatkan informasi, salah satunya kegiatan sosial kemasyarakatan orang kampung di Kota Bukittinggi yang tergabung di IKPS.
Seiring berjalanan waktu, saya bersua dengan uni Novi pada saat pelatihan penulisan di SDN 2 Percontohan Bukittinggi. Ada banyak cerita ketika itu, akhirnya saya digabungkan ke grub WA IKPS Bukittinggi. Ketika itu kepengurusan IKPS Bukittinggi di pimpin oleh Pak Oktavianus (Taufiq).
Tak lama setelah itu, terjadi perbedaan pendapat di internal IKPS Bukittingg, terkait aturan organisasi. Bahwa IKPS jarus diganti nama dengan PKPS. Hal bisa jika terjadi perbedaan pendapat dalam tubuh organisasi, sebagai bentuk pendewasaan diri.
Akhirnya dari perbedaan pendapat tersebut, terbagi menjadi dua organisasi anak rantau Pesisir Selatan ini, yakni antara PKPS dan IKPS.
PKPS di pimpin oleh pak Taufiq dan IKPS Bukittinggi dipimpin oleh Uncu Mahmud (Pensiunan Polisi).
Namun, saya tidak bicara secara jauh pucuk masalah dari dua organisasi tersebut, sejatinya saya menilai hal tersebut wajar-wajar saja terjadi dalam beroganisasi, sepanjang tidak bersapaan (basapoan) bersama anak parantauan.
Karena cukup positif menilai hal tersebut, maka saya tetap berkomunikasi dengan tokoh-tokoh anak rantau Pesisir Selatan di Bukittinggi.
Singkat cerita, Saya mendapatkan undangan via whatsapp dari Pak Taufiq untuk mengadiri acara pemotongan hewan kurban tahun 2022 di Incorba, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Kemudian, karena padatnya kegiatan sebagai reporter, maka hal itu menjadi alasan tidak dapat mengikuti kegiatan lanjutan dari PKPS Bukittinggi. Bahkan hanya bisa memantau lewat grup WA saja.
Alhamdulillah, 24 September 2023 ini. Saya mendapatkan kesempatan menghadiri kegiatan ulang tahun PKPS Bukittinggi yang ketiga tahun. Kegiatan tersebut cukup meriah dan dihadiri tokoh-tokoh hebat dari Pesisir Selatan, mulai dari Pak Syafrizal Ucok dan bendara DPW PKPS Sumatera Barat, bahkan kandidat calon Bupati Pesisir Selatan. Kemudian juga hadir Bupati Agam, Andri Warman serta sejumlah ketua pagayuban di Kota Bukittinggi dan Agam.
Saya ucapkan, selamat sukses untuk PKPS Bukittinggi Agam Sekitarnya. Semoga tetap menjadi wadah komunikasi, berkumpul dan berbagi sesama anak rantau Pesisir Selatan. Teruslah berbuat baik yang mengedepan rasa badunsanak. Kemudian sukses untuk panitia yang telah mengsukses rangkaian kegiatan sakral dan akan menjadi catatan sejarah.
---------------
Kanadi Warman, S. Sos, Tan Palito (Kiem)
------------------------------



0 comments :